Makna Nomor 69 buat Inzaghi   Leave a comment

Kamis, 04 November 2010 | 06:35 WIB

Untungnya Filippo Inzaghi juga menyiapkan kaus bernomor 70 untuk merayakan gol ke-70 di Liga Champions. Sebelumnya, dia merayakan gol pertama dengan kaus bernomor 69

MILAN — Striker AC Milan, Filippo Inzaghi, memang mengenakan nomor 9 saat membela timnya melawan Real Madrid. Akan tetapi, begitu mencetak gol pertama, dia memberi isyarat tentang nomor 69. Ada apa?

Jangan berpikir jorok dulu. Angka yang dianggap simbol sensual itu punya makna tersendiri buat Inzaghi. Dia sengaja menyiapkan kaus bernomor itu. Sebab, jika mencetak gol, dia sudah membukukan gol ke-69 di Liga Champions.

Ternyata benar. Dia membobol gawang Madrid. Inzaghi pun mengambil kaus bernomor 69 dan mengibarkannya. Publik yang tak tahu statistik sempat kaget dan penasaran. Apa maksud Inzaghi?

Itu artinya dia sudah mencetak gol ke-69 dan memecahkan rekor pencetak gol terbanyak di Liga Champions. Akan tetapi, dia ternyata mencetak gol lagi, memperbaiki rekornya. Untungnya, Inzaghi juga menyiapkannya. Dia pun mengambil kaus bernomor 70 dan mengibarkannya serta menciumnya.

“Kaus bernomor 69 sudah siap. Aku benar-benar bangga di sini dengan usiaku yang sudah tua (37 tahun, Red). Apalagi mendengarkan suara-suara tertentu yang dikatakan tentangku dan membuktikan kualitasku di lapangan,” kata Inzaghi kepada Sky Sport Italia.

Entah jadi atau tidak, Inzaghi ingin mengenakan nomor 69.  Ini sebagai awal dari penegasan kembali bahwa dia masih striker yang hebat. Dua gol ke gawang Madrid menjadi bukti atas semangatnya.

“Beberapa komentator melupakan kelebihanku. Aku berharap mereka akan segera sadar. Ini tak mudah, seperti saat aku mencetak gol ke gawang Catania (di Serie-A, Red),” katanya.

Dia agak kecewa karena Pelatih Massimiliano Allegri belum percaya kepadanya sepenuhnya. Padahal, pelatih seklelas Jose Mourinho pun takut kepadanya. Bahkan, ketika Mourinho masih menangani Inter Milan, dia selalu takut kepadanya.

“Musim lalu Mourinho menungguku untuk meminta kausku seusai pertandingan derbi Milan. Dia benar-benar menghormatiku,” ujarnya, bangga.

Inzaghi juga bahagia, betapa reaksi fans Milan sangat antusias kepadanya. Saat dia bersiap-siap menggantikan Alexandre Pato, suporter sudah senang dan meneriakkan namanya. Apalagi setelah dia mencetak dua gol yang menyelamatkan Milan dari kekalahan dan nyaris membawa kemenangan.

“Ketika aku bangun dari bangku cadangan dan mungkin merasa sedikit kurang antusias, para suporter mengingatkanku tentang segala yang pernah kuperbuat untuk klub ini. Teriakan mereka benar-benar membangkitkan semangatku,” katanya.

Dua gol ke gawang Madrid membuat Inzaghi membukukan 70 gol di kompetisi Eropa. Dia juga membukukan 145 gol bersama Milan di semua kompetisi, melewati rekor Marco van Basten.

“Melewati rekor Van Basten dan tahu betapa besarnya kontribusinya kepada Milan, rasanya sangat menyenangkan. Aku ingin mendedikasikan malam indah ini, mungkin hal terbaik dalam karierku, kepada keluargaku, sahabat, dan Stefano Borgonovo. Aku melihat Borgonovo beberapa hari lalu dan berjanji akan merayakan rekorku,” jelasnya.

Itulah Inzaghi. Dia Singa tua yang masih tajam dan pantas ditakuti pelatih sekelas Mourinho. Dia juga licik dan cerdas dalam mengelabuhi wasit. Sudah sering dia mencetak gol setelah dalam posisi offside, tapi aman-aman saja.

Ketajaman Inzaghi juga tak perlu diragukan lagi. Dia orang pertama yang mencetak hat-trick dua kali di Liga Champions saat masih memperkuat Juventus. Pertama lawan Dynamo Kyiv pada 1998 dan kedua lawan Hamburg pada 2000. Dia kemudian memperbaiki rekor mencetak hat-trick untuk ketiga kalinya di Liga Champions saat membela Milan lawan Deportivo La Coruna pada musim 2002-03.

Tak hanya itu, Inzaghi merupakan pencetak gol terbanyak di ajang kompetisi antarklub tingkat Eropa. Dia sudah membukukan 70 gol baik di Piala UEFA maupunn Liga Champions. Di Milan, dia kini mengalahkan rekor Marco van Basten dengan mencetak 145 gol.

Umur 37 tahun tampaknya belum membuat dia menurun. Wajar jika dia juga belum memikirkan pensiun. Sebab, mungkin dia masih merasa bisa mengaum bak singa lapar dan berkelit bak kancil yang cerdik. (HPR)

 

Posted November 4, 2010 by abdijeinlaknat brotherbad in Bola, Sport

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s