Ponsel Tidak Terbukti Sebabkan Kanker Otak   Leave a comment

Beberapa waktu lalu disebutkan ponsel bisa menyebabkan kanker. Namun seorang peneliti dari Universitas Tampere Finlandia membuktikan ponsel tidak menyebabkan kanker.

Penulis studi Dr Suvi Larjavaara menjelaskan orang-orang yang telah menggunakan ponsel dalam waktu yang lama, tidak mungkin mengalami tumor karena terpapar radiasi.

Pernyataan ini sekaligus untuk membantah temuan WHO yang menyatakan perlu ditinjau kembali bukti ilmiah bahwa kemungkinan ponsel bersifat karsinogenik.

Larjavaara mengakui temuannya itu bertentangan dengan pengumuman terbaru WHO. ”Karena tidak ada bukti terkait antara ponsel dengan kanker,” kata Larjavaara yang melibatkan 13 ribu pemakai ponsel lebih dari 10 tahun.

Dari hasil riset tersebut tidak ditemukan jawaban terkait antara pemakaian ponsel dengan aktivitas sel otak yang berubah. Saat ini pengguna ponsel terus meningkat. Sekitar 5 miliar ponsel

sedang digunakan di seluruh dunia.

Kebanyakan orang mengaitkan tumor otak dengan lamanya menggunakan ponsel. Untuk mendapatkan jawaban masalah itu, Larjavaara menjelaskan bahwa 90% radiasi yang dilepaskan dari ponsel diserap jaringan otak yang terletak 5 cm dari handset. Dengan kata lain, paparan radiasi itu sangat tergantung dimana letak ponsel digunakan saat pengguna berbicara.

Hal senada juga dikatakan Dr Elisabeth Cardis dari CREAL-Center for Research in Environmental Epidemiology, Barcelona. Menurutnya memang ada kaitannya ponsel dengan kemungkinan terjadinya tumor otak, tapi dalam jangka waktu cukup lama.

Cardis bersama timnya telah mengembangkan formula untuk menghitung energi yang masuk ke dalam telepon genggam, dan variabelnya. Riset ini akan dirilis 1 Juli mendatang.

”Tumor bisa muncul dalam jangka waktu yang panjang, dan akan terjadi di lokasi yang sering terpapar sinyal ponsel,” terangnya.

Pernyataan ini sekaligus memperkuat riset Larjavaara yang menyebutkan paparan radiasi sangat tergantung dimana letak ponsel.

Riset ini sekaligus membantah pernyataan studi sebelumnya yang dimuat di American Journal of Epidemiology, yang menyebutkan tumor akan timbul di sekitar telinga. (reuters/Nda/OL-10)

Posted Januari 14, 2012 by abdijeinlaknat brotherbad in Artikel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s